7 Faktor Kecelakaan Pesawat Terbang Yang Pernah Terjadi

Faktor kecelakaan pesawat terbang sebetulnya ada banyak. Selain faktor cuaca ekstrim yang tidak bersahabat, beberapa faktor lain seperti adanya kerusakan pada mesin, kondisi stall, dan juga kesalahan koordinasi dengan petugas darat juga bisa memicu terjadinya kecelakaan.

white and blue passenger airplane aerial photography
Photo by Oleksandr Pidvalnyi on Pexels.com

Kita pernah mendengar, pada Sabtu (9/1) ada berita jika pesawat Sriwijaya Air dengan kode penerbangan SJY 182 rute Jakarta-Pontianak, terjatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Kejadian yang menimpa pesawat itu, tentu saja tidak terjadi secara tiba-tiba. Sebelumnya, pesawat dikabarkan hilang kontak selama empat menit, setelah take off.

Dan sebelum keberangkatan, pesawat dengan jenis Boeing 737-500 dengan kode registrasi PK-CLC itu, sempat mengalami delay.

Yaitu, pesawat yang harusnya dijadwalkan berangkat pukul 13.25 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta, terpaksa mengalami penundaan penerbangan dan baru bisa terbang pada pukul 14.36 WIB, berdasarkan cuaca yang jadi pertimbangannya..

Selang beberapa menit setelah lepas landas, pesawat Sriwijaya Air SJY 182 tiba-tiba hilang dari radar dalam hitungan detik, kemudian akhirnya dinyatakan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, yang merupakan titik terakhir pesawat terpantau radar.

Kejadian terjatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY 182 ini, memang belum diketahui pasti penyebabnya.

Namun secara umum, ada beberapa penyebab yang dapat memicu terjadinya kecelakaan pesawat, dan diantaranya akan diulas secara lengkap di artikel ini. Simak baik-baik ya.!

Faktor Terjadinya Kecelakaan Pesawat

Berbicara mengenai faktor penyebab kecelakaan pesawat, sebenarnya ada banyak sekali faktor yang bisa memicu terjadinya kecelakaan, mulai dari mesin yang mengalami kerusakan, kondisi stall, hingga kekeliruan saat koordinasi dengan petugas darat.

Dari semua faktor diatas, tentunya bisa terjadi begitu saja secara mendadak. Dan jika dibilang mengejutkan, sudah pasti hal itu akan sangat mengejutkan para penumpang dan juga kru yang bertugas.

Info Lainnya  PSPP Jogja Seru Kegiatan Pra Kuliah Kelas Maret 2019

Tapi, faktor penyebab kecelakaan pesawat tersebut sebenarnya bisa diketahui lebih dulu, untuk bisa mengetahui serta mencari cara mengatasinya, apabila hal yang tidak diinginkan terjadi.

Nah untuk tahu apa saja faktor penyebab kecelakaan pesawat secara lengkap, di bawah ini akan di ulas khusus untuk kamu.

1. Kesalahan pilot

faktor kecelakaan pesawat bisa disebabkan kesalahan pilot
Photo by Rafael Cosquiere on Pexels.com

Faktor terjadinya kecelakaan pesawat yang pertama yaitu kesalahan pilot. Benar, ini merupakan salah satu faktor terjadinya kecelakaan pesawat yang paling sering terjadi.

Mungkin kedengarannya aneh karena pesawat semakin hari tentu semakin canggih, tetapi fakta yang terjadi memang seperti itu.

Human error masih sering terjadi, mungkin disebabkan adanya tekanan psikologis yang dialami seseorang, ataupun kelalaian yang dilakukan pilot.

Karena seperti yang terlihat, jobdesk pilot dalam mengoperasikan pesawat terbang tidak sedikit. Sehingga, sangat memungkinkan untuknya melakukan kesalahan.

Dari itulah, untuk mencegah ataupun mengurangi risiko kecelakaan yang terjadi, baik pilot dan juga kopilot wajib rutin melakukan pemeriksaan psikologis dan kesehatan.

2. Cuaca ekstrim yang sedang terjadi

lightning during nighttime
Photo by Johannes Plenio on Pexels.com

Cuaca yang ekstrim juga menjadi salah satu faktor penyebab kecelakan pesawat. Bagaimana tidak, pasalnya cuaca yang ekstrim seperti hujan badai, salju dan angin kencang bisa mengancam penerbangan.

Apabila seorang pilot diharuskan untuk tetap melakukan penerbangan dalam cuaca tersebut, maka ia harus dapat melakukan manuver, untuk menghindari titik-titik yang menjadi pusat cuaca buruk.

Tentu saja hal itu tetap harus dilakukan, walaupun berbagai peralatan canggih sudah tersedia, seperti navigasi satelit, gyroscopic, dan uplink data cuaca.

Selain itu, sebelum penerbangan pihak maskapai juga diharuskan untuk berkomunikasi dan melakukan koordinasi terlebih dahulu, dengan Badan meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta pihak keamanan lainnya untuk memprediksi keamanan penerbangan.

Info Lainnya  Praktek Terbang PSPP Penerbangan

3. Pesawat Kehilangan Daya Untuk Terbang (stall)

Selain dua faktor yang sudah disebutkan di atas, keadaan stall atau hilangnya daya pesawat untuk terbang, dapat menjadi salah satu faktor terjadinya kecelakaan pesawat yang harus diperhatikan.

Pasalnya, apabila pesawat mengalami kondisi stall pada saat berada di ketinggian yang sangat tinggi, maka ada kemungkinan untuk pesawat jatuh atau spiral dive.

Bagi kamu yang belum tahu, kondisi stall sendiri pada dasarnya terjadi akibat aliran udara yang terjadi pada sayap pesawat terbang terlalu lambat.

Dengan demikian, pesawat pun akan kehilangan daya angkat, yang tentu saja membahayakan keberadaan para penumpang dan kru pesawat.

Apabila pesawat terjatuh dengan kecepatan tinggi, maka semua penumpang dan kru pesawat bisa meninggal lebih dahulu, sebelum pesawat menyentuh permukaan laut. Hal itu bisa disebabkan oleh seluruh darah dalam tubuh yang naik ke kepala.

4. Kerusakan Pada Mesin

airplane flying above mountains
Photo by Claudia Zuidema on Pexels.com

Walaupun desain, kualitas, serta mesin pesawat pastinya sudah lebih canggih dari sebelumnya. Namun, kerusakan mesin masih menyumbang 20% dari kecelakaan pesawat terbang.

Hal itulah yang sampai saat ini masih menjadi perhatian, walaupun mesin-mesin pesawat kini sudah sangat bisa diandalkan.

Oleh karena itu, sebelum penerbangan setiap pesawat wajib melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, hal ini untuk memastikan apakah pesawat berada dalam keadaan yang laik udara, atau airworthy.

5. Faktor Kecelakaan Pesawat Karena Sabotase

Faktor terjadinya kecelakaan pesawat ini mungkin kedengarannya mustahil, tapi nyatanya ini benar terjadi.

Sabotase menjadi salah satu faktor kecelakaan pesawat, yang biasanya dilakukan oleh pilot dan kopilot, yang seharusnya bertanggung jawab mengendalikan pesawat hingga selamat sampai tujuan.

Info Lainnya  Sekolah Pramugari Terbaik di Indonesia

Kegiatan sabotase ini pernah dilakukan oleh pilot dan kopilot di beberapa maskapai penerbangan.

Seperti yang terjadi pada 2015, aktivitas sabotase pada maskapai penerbangan Germanwings Flight 9525.

Yang mana, sang kopilot mengunci sang pilot dari kokpit, kemudian menabrakkan pesawatnya dengan sengaja.

Hal yang dilakukan kopilot itu diduga karena dirinya merupakan salah satu anggota jaringan teroris yang ingin menunjukkan eksistensinya. Dari kejadian tersebut diketahui telah menewaskan 150 orang.

6. Faktor Kecelakaan Pesawat Karena Terjadi Microburst

Pada urutan keenam ada microburst, yang menjadi faktor kecelakaan pesawat terbang. Apabila kamu belum tahu microburst, yaitu merupakan aliran udara yang mendadak, kuat dan erlokalokasi.

Umumnya, microburst terjadi saat angin yang berhembus dari atas, belakang atau samping pesawat sangat kencang, dan mampu membuat pesawat terbalik. Karena pada dasarnya, angin juga dapat menghilangkan udara dari sekitar sayap pesawat.

Jika hal itu terjadi, maka pesawat tidak hanya terbaik dan kehilangan kecepatan, tetapi juga bisa mengalami microburst, ini merupakan hal paling berbahaya.

Karena itulah, untuk mencegah terjadinya hal-hal tersebut, setiap awak pesawat di seluruh dunia, wajib melakukan pelatihan ekstensif untuk menghadapi microburst.

7. Kesalahan koordinasi dengan petugas darat

Faktor kecelakaan pesawat yang terakhir, yaitu adanya kesalahan koordinasi dengan petugas darat.

airport traffic control tower near the fence
Photo by Malte Luk on Pexels.com

Adapun maksud dari petugas darat adalah petugas kontrol di bandara pengendali lalu lintas udara, pengisi bahan bakar, maupun insinyur pemelihara.Jika koordinasi yang dilakukan antara pilot dan petugas darat tidak berlangsung baik, maka hal itu bisa memicu terjadinya tabrakan, baik ketika akan terbang (take off) maupun mendarat (landing).